Berita  

DPRA tidak Siapkan Sosok Pj Gubernur Aceh, Safaruddin: Itu Domain Pemerintah Pusat

Ini 8 Kriteria Pj Gubernur Aceh Usulan DPRA, Beragama Islam Hingga Komitmen Jalankan MoU Helsinki

Laporan Masrizal | Banda Aceh

Frogmancollections.com, BANDA ACEH – Plt Ketua DPRA, Safaruddin menyatakan, bahwa pihaknya tidak menyiapkan dan mempersiapkan sosok Penjabat (Pj) Gubernur Aceh pengganti Gubernur Nova Iriansyah untuk diusulkan ke Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi).

“DPRA tidak menyiapkan dan juga tidak mempersiapkan sosok nama, apalagi (memiliki) afiliasi dengan partai politik,” kata Safaruddin didampingi para ketua fraksi saat konferensi pers di ruang media center DPRA, Kamis (12/5/2022). 

DPRA berharap, siapapun yang dipilih Presiden Jokowi nanti paling tidak secara kontekstual memahami persoalan Aceh dan bersama DPRA menjadi kemitraan untuk sama-sama melakukan advokasi.

“Itu menjadi harapan kita. Bagi kita siapapun sosoknya, dari militer, non-militer, dari birokrasi, yang pasti sesuai dengan ketentuan dan regulasi. Penerimaan kita yang sejalan dengan perjuangan yang sedang kita siapkan,” ungkap dia.

Dalam kesempatan itu, Safaruddin menegaskan, bahwa Pj Gubernur Aceh nantinya haruslah sosok yang memahami problematika Aceh dan isu yang sedang diadvokasi DPRA.

Salah satunya tentang revisi Undang-undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh, perpanjangan dana otsus, dan hal-hal lain yang menjadi “Peer” (pekerjaan rumah), seperti soal kemiskinan dan stunting.

Baca juga: Ini 8 Kriteria Pj Gubernur Aceh Usulan DPRA, Beragama Islam Hingga Komitmen Jalankan MoU Helsinki

“Kita sebenarnya tidak punya kewenangan dalam mendikte atau mengupayakan sosok siapa yang harus menjadi Pj Gubernur,” terang politikus muda Partai Gerindra ini.

“Paling tidak namanya suara orang Aceh perlu kita tuangkan menjadi rekomendasi DPRA terkait siapa sosok ideal yang nantinya menjadi harapan besar kita bisa menuntaskan beberapa persoalan yang sedang kita advokasi,” lanjut dia.

Menurut Safaruddin, pemilihan Pj Gubernut Aceh merupakan domainnya pemerintah pusat.

Kalaupun Pemerintah Aceh ada mengusulkan nama, Safaruddin mengaku tidak mengetahuinya.

Untuk diketahui, saat ini ada dua nama tokoh Aceh di pusat yang santer diperbincangkan sebagai pengganti Nova yang masa jabatannya berakhir 5 Juli 2022, yaitu Safrizal ZA dan Indra Iskandar.

Safrizal ZA saat ini menjabat Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayah di Kementerian Dalam Negeri (Adwil Kemendagri).

Baca juga: DPRA Usulkan Delapan Kriteria Calon Pj Gubernur ke Presiden, Salah Satunya Wajib Mampu Ini

Sedangkan Indra Iskandar saat ini menjabat Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI).(*)



#DPRA #tidak #Siapkan #Sosok #Gubernur #Aceh #Safaruddin #Itu #Domain #Pemerintah #Pusat

Sumber : aceh.tribunnews.com