Berita  

Pakar Keamanan Siber: Keamanan Digital Indonesia Rentan

Universitas Pertamina, 7 April – Melalui kanal YouTube pribadinya, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa, Senin (4/4), mengatakan pihaknya tengah melakukan pengadaan jaringan keamanan siber di 43 satuan kerja di bawah naungan Markas Besar (Mabes) TNI. Hal ini dilakukan sebagai salah satu upaya merespon potensi ancaman digital nasional yang kian meningkat.

Disebutkan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), sepanjang tahun 2021 terdapat lebih dari 1.65 miliar anomali trafik keamanan siber di Indonesia. Dari jumlah tersebut, BSSN mencatat ada 5.574 kasus peretasan di berbagai sektor. Sektor pendidikan tinggi menempati urutan pertama dengan persentase sebesar 36.49 persen.

Ironisnya, dikatakan pakar keamanan siber  University of St Andrews, Inggris, Dr. Joe Burton, peningkatan kejahatan di dunia maya tersebut terjadi di tengah proses transformasi digital di masa pandemi COVID-19. “Masih lekat dalam ingatan kita, serangan ransomware di beberapa Rumah Sakit dan spionase vaksin selama pandemi. Berbagai upaya phishing juga belakangan marak dilakukan oleh organisasi kejahatan kriminal,” ungkapnya dalam konferensi internasional yang dilaksanakan oleh Universitas Pertamina, Kamis (31/3).

Dalam acara bertajuk ‘International Conference On Contemporary Risk Studies (ICONICS-RS)’ tersebut, Dr. Burton juga menekankan, jika tak diatasi sedini mungkin, negara akan menghadapi terorisme siber dan perang siber. “Kondisi ini menjadi ancaman nyata dan berdampak langsung terhadap keamanan negara. Karenanya, teknologi informasi menjadi bagian dari kemampuan keamanan yang sangat penting bagi negara saat ini,” pungkasnya.

Konferensi Internasional bertema ‘Contemporary Risks Studies on Business, Economics, Communication, and International Relations during COVID-19 Pandemic’ tersebut, juga turut dihadiri oleh: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Dr. (H.C) Ir. Airlangga Hartarto, M.B.A., M.M.T; Menteri Dalam Negeri RI, Jenderal Polisi (Purn.) Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A., Ph.D; dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Dr. H. Sandiaga Salahuddin Uno, BBA, MBA.

Ketiga menteri menyampaikan dukungan dan apresiasi terhadap pelaksanaan forum multi-level dan interdisipliner tersebut. Utamanya dalam menghasilkan rekomendasi kebijakan bagi pemerintah di berbagai sektor dalam rangka memitigasi potensi ancaman di tengah pandemi.

Hadir sebagai narasumber dalam sesi pertama: Iman Rachman, Direktur Strategi, Portofolio, dan Pengembangan Usaha, PT Pertamina (Persero); Enrico Hariantoro, Executive Director of Integrated Financial Services Sector Policy Group, The Financial Services Authority; Prof. Tutuka Ariadji, M.Sc., Ph.D., Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Kementerian ESDM; Herman Saheruddin, Ph.D., Director of Research Group, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS); dan Ety Yuniarti, Senior Vice President Risk Management, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero).

Sementara itu, sesi kedua konferensi diisi oleh para akademisi dari berbagai Kampus swasta unggulan kenamaan mancanegara, yakni: Prof. Dr. Benjamin K. Sovacool, University of Sussex Business School, United Kingdom; Dr. Joe Burton, University of St Andrews; dan Prof. David Alexander, University College London (UCL).

Dalam hal perlindungan diri terhadap kejahatan siber, Direktur IT sekaligus pakar teknologi informasi dan komunikasi Universitas Pertamina (UPER), Erwin Setiawan, M.T.I., menyatakan, pemanfaatan teknologi informasi perlu disertai kemampuan untuk menjaga keamanan informasi baik bagi institusi maupun individu.

“Masyarakat perlu tahu bagaimana berperilaku aman di dunia maya. Misalnya, menghindari penggunaan WIFI dI area publik untuk mengakses informasi yang sensitif, terutama untuk melakukan transaksi keuangan. Jangan mudah percaya kepada orang yang meminta password atau OTP. Dan yang paling penting, hindari mengunggah informasi atau identitas pribadi yang berpotensi disalahgunakan di media sosial,” tuturnya.

Dosen Program Studi Ilmu Komputer Universitas Pertamina tersebut juga memberikan himbauan bagi perusahaan atau organisasi yang sudah intensif menggunakan teknologi informasi pada proses bisnis. “Perusahaan harus memiliki strategi atau tim khusus pengelola risiko pemanfaatan TIK, untuk mengantisipasi potensi kejahatan siber yang dapat merugikan perusahaan,” ujarnya.

Memastikan data terenkripsi Biasanya situs yang memiliki keamanan enkripsi data bisa diketahui dengan alamat situs yang diawali dengan https. 

Berhati-hati saat menggunakan Jaringan Wi-Fi ini bisa disalahgunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab untuk mencuri data pribadi. Waspadai tautan phising  Caranya adalah jangan asal memberikan data pribadi di situs yang tidak tepercaya.

Gunakan password yang sulit ditebak Saat berselancar di internet,

gunakanlah mode Incognito (penyamaran).

Aktifkan autentikasi dua faktor  

 triple disruption: pandemic, economics, digitals

environment (climate change)

G20 presidency 

global health, sustainable energy, digital transformation

suggestion to make a roadmap 

provide up to date relevant policy recommendation 

Hal tersebut dilakukan guna melindungi pencurian informasi terhadap berbagai aktivitas masyarakat di internet,.

Luki menilai kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan keamanan siber di Indonesia 

Associate Lecturer dari University of St Andrews,

Phising adalah upaya untuk mendapatkan informasi data seseorang dengan teknik pengelabuan.

Keamanan siber: Risiko sistemik di era pasca-COVID

Dr Joe Burton – Associate Lecturer, School of International Relation, University of St Andrews.

Covid dan ketidakamanan dunia maya

Meningkatnya kejahatan dunia maya

Organisasi kriminal yang menggunakan Covid dalam penipuan phishing, dll.

Serangan dunia maya terhadap rumah sakit – ransomware

Spionase farmasi/vaksin

Berita palsu/konspirasi

Tantangan tenaga kerja/jaringan terdistribusi

Jenis Risiko:

  1. Teknologi – kecelakaan, tenaga kerja/tenaga kerja, serangan siber, terorisme siber, AI, kejahatan siber, senjata nuklir
  2. Keuangan/ekonomi – pasokan energi, krisis keuangan, dll
  3. Lingkungan – pandemi, ancaman biologis, air, makanan, atmosfer, ekosistem, perubahan iklim

Cyber Security

Kejahatan dunia maya

Spionase

Terorisme Dunia Maya

Perang Maya

Terlalu banyak informasi, dari mana mendapatkan informasi yang dapat dipercaya, bagaimana tingkat kepercayaan terhadap informasi tersebut?

Informasi yang salah/konspirasi (Post Truth Environment)

  1. Bill Gates menciptakan virus
  2. Tiang 5G menyebarkan virus
  3. Vaksin akan digunakan untuk menanamkan chip untuk memantau masyarakat
  4. Aplikasi pelacakan kontak akan memungkinkan pengawasan massal
  5. Corona merupakan program senjata biologis China/AS
  6. Masker digunakan untuk menyebarkan virus

Pandemi COVID-19 telah mengubah cara hidup masyarakat dunia, termasuk di Indonesia. Ekstensifikasi dan intensifikasi dunia siber yang menyentuh seluruh elemen hidup manusia, menjadikan teknologi dan digitalisasi menjadi bagian tak terpisahkan dari keseharian kita. Selaras dengan semakin terserapnya manusia di dalam ruang siber, turut meningkatkan ancaman siber terhadap kehidupan masyarakat. Berbagai kejadian menyangkut cyber crime, cyber espionage, cyber terrorism hingga menyebarnya Hoax di masyarakat mengenai kondisi pandemi kerap menyebabkan nalar publik diuji dalam memahami perkembangan yang terjadi, bahkan pada tataran tertentu mengganggu stabilitas ekonomi politik Indonesia. Pada titik ini, diskusi mengenai resiko siber dan pandemic COVID-19 yang dibahas di dalam ICONIC-RS memberikan satu pemahaman penting secara multi-level dan interdisipliner dalam mengidentifikasi serta memitigasi potensi ancaman di dunia siber pada masa Pandemi.

Hal ini untuk meningkatkan pertahanan dan. Dalam pengadaan tersebut, Jenderal Andika menerima paparan dari PT Len Industri. Adapun keamanan siber di era digital 5.0 amat diperlukan, mengingat dinamika digitalisasi seluruh aspek dan asset nasional di Indonesia. Selasa (05/04), situs swasta sebesar 25,1 persen, dan situs pemerintah daerah sebesar 18,23 persen.

Dari total anomali trafik tersebut paling banyak berasal dari infeksi malware, yakni sebesar 62 persen. Selanjutnya berasal dari aktivitas trojan sebesar 10 persen dan information gathering (pengumpulan informasi untuk mencari celah keamanan) sebesar 9 persen. Tingginya persentase infeksi malware pada anomali trafik tersebut juga menjadi indikasi tingginya ancaman infeksi maupun 

Dalam rangka memperkuat keamanan siber nasional, Guna menangkal berbagai ancaman digital cara kerja sistem keamanan siber seperti closed circuit television (CCTV), yang memantau lalu lintas aktivitas siber TNI, upaya serangan, dan prediksi terhadap potensi serangan.

Dalam paparan di hadapan Andika, perwakilan PT Len menyampaikan pembangunan jaringan keamanan siber TNI dimulai dengan membentuk pusat keamanan operasi atau security operation center (SOC), yang nantinya ada di bawah kendali Satuan Siber (Satsiber) TNI.

Dengan menggunakan perangkat SOC itu, Satsiber TNI dapat membuat analisis mengenai percobaan serangan, aksi peretasan, dan berbagai serangan digital lain.

Pembangunan jaringan keamanan siber itu demi meningkatkan pertahanan siber TNI dan mengantisipasi berbagai ancaman digital serta mendukung kerja military incident response team (tim tanggap insiden militer). Tim ini, kata Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa, dibentuk sebagai hasil kerja sama antara Mabes TNI dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Pembangunan jaringan keamanan siber itu demi meningkatkan pertahanan siber TNI dan mengantisipasi berbagai ancaman digital serta mendukung kerja military incident response team (tim tanggap insiden militer). Tim ini, kata Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa, dibentuk sebagai hasil kerja sama antara Mabes TNI dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Sementara itu, Andika mengatakan bahwa sistem keamanan siber ini sangat diperlukan terutama dalam mendukung operasional Military Computer Incident Response Team, yang baru saja diresmikan hasil kerja sama TNI dan Badan Siber dan Sandi Nasional (BSSN). 

Amerika Serikat (AS) resmi meluncurkan biro keamanan siber dengan nama Biro Dunia Maya dan Kebijakan Digital (CDP). Seperti dilaporkan RT, Senin (4/4/2022), Departemen Luar Negeri

AS mengumumkan biro ini dibagi menjadi tiga cabang yang didedikasikan untuk “keamanan dunia maya”, “kebijakan informasi dan komunikasi internasional”, dan “kebebasan digital.”

Wakil Asisten Sekretaris Utama Jennifer Bachus, seorang diplomat karir, akan memimpin biro itu sampai seorang duta besar dipastikan menggantikannya. Bachus sebelumnya bertugas di Republik Ceko, Kosovo, Prancis, Vietnam, dan Jamaika.

Technology and Innovation >< technical aspect, kinked to the social factors

Balancing economic to solve society problem with AI Data system

facilitate the sharing and knowledge and research findings

Iman Rachman – Director of Portfolio Strategy and Business Development PT Pertamina (Persero)

Dr. (H.C) Ir. Airlangga Hartanto, M.B.A., M.M.T Coordinating Minister for Economic Affairs of Republic of Indonesia

Rusia-Ukraina increase price: coals, CPO, nikel.

economic globally, supply chain, production cost,

global pressure,Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan ekonomi Indonesia di kuartal IV 2021 tumbuh mencapai 3,69 persen secara kumulatif sepanjang 2021.

5,2 % 2022

triple disruption: pandemic, economics, digitals

environment (climate change)

G20 presidency 

global health, sustainable energy, digital transformation

suggestion to make a roadmap 

provide up to date relevant policy recommendation

Jenderal Polisi (Purn.) Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A., Ph.D Minister of Home Affairs of Republic of Indonesia

Dr. H. Sandiaga Salahuddin Uno, BBA, MBA. Minister of Tourism and Creative Economics of the Republic of Indonesia: disruption pandemi sektor: parekraf. uncertainty, appreciate. 2022 Indonesia travel regulations boost travelers. health protocol. 

Tentang Universitas Pertamina

Universitas Pertamina merupakan Perguruan Tinggi Swasta yang didirikan pada tanggal 1 Februari 2016 sebagai bentuk tanggung jawab sosial PT Pertamina (Persero) di bidang pendidikan. Universitas Pertamina diresmikan oleh Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Ristekdikti), Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) pada tanggal 11 Februari 2016. Universitas Pertamina memiliki 6 Fakultas dan 15 Program Studi yang kurikulumnya dibuat berbasis kebutuhan industri energi. Universitas Pertamina didirikan dengan harapan menjadi universitas berkelas dunia yang bergerak di bidang bisnis dan teknologi energi. Saat ini, pengelolaan Universitas Pertamina berada di bawah naungan Pertamina Foundation.

Untuk informasi lebih lanjut:

Alamat : Jalan Teuku Nyak Arief, Simprug, Kel. Grogol Selatan, Kec. Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, 12220

Telepon : (021) 29044308

Website : www.universitaspertamina.ac.id 

Email : [email protected]

Media Sosial : 1. Instagram : universitaspertamina

2. Twitter : @UnivPertamina

3. [email protected] : @UnivPertamina

4. Facebook : Universitas Pertamina

Narahubung:

Nama : Pristia T.A. – Tim Humas Universitas Pertamina

Telepon : 08999560084

Email : [email protected]